Kampung Dolanan Sidowayah BERSEMI merupakan pengembangan dari Kampung Dolanan Sidowayah yang telah tumbuh dan dikenal masyarakat sebelumnya. BERSEMI bukan berarti membangun kampung dolanan yang baru, melainkan memberikan penguatan identitas, inovasi, dan arah pengembangan agar Kampung Dolanan Sidowayah dapat menjadi ruang wisata, bermain, belajar, dan pemberdayaan masyarakat yang lebih terintegrasi. BERSEMI merupakan akronim dari Berbudaya, Eksploratif, Rekreatif, Sains, Ekologis, Mandiri, dan Inklusif, yang menjadi nilai dasar dalam pengembangannya.
Melalui konsep BERSEMI, permainan tradisional tetap menjadi akar utama Kampung Dolanan Sidowayah sebagai upaya menjaga dan mengenalkan kembali budaya lokal kepada generasi muda. Namun, permainan tersebut kemudian diperkaya dengan pendekatan water science berbasis STEAM, sehingga anak-anak tidak hanya bermain, tetapi juga dapat belajar dan bereksplorasi mengenai air, sains, dan lingkungan melalui pengalaman langsung. Pengembangan ini juga didukung dengan edukasi ekologis, konsep wellness, serta ruang interaksi yang memungkinkan keluarga dan masyarakat memperoleh pengalaman wisata yang edukatif sekaligus menyenangkan.
Lebih dari sekadar pengembangan wahana, Kampung Dolanan Sidowayah BERSEMI diarahkan sebagai ekosistem pemberdayaan masyarakat. Penguatan kelembagaan pengelola wisata, peningkatan keterampilan masyarakat, pemberdayaan perempuan, pemenuhan ruang yang ramah bagi anak, serta pengembangan potensi ekonomi lokal menjadi bagian dari keberlanjutan program. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaku utama yang mengelola dan mengembangkan potensi wisata di desanya.
Pada akhirnya, Kampung Dolanan Sidowayah BERSEMI diharapkan menjadi sebuah ruang yang mempertemukan budaya, permainan, pendidikan, sains, lingkungan, wellness, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu pengalaman wisata. Melalui semangat tersebut, Kampung Dolanan Sidowayah tidak hanya menjadi tempat untuk bermain, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, berinteraksi, menjaga budaya dan lingkungan, serta tumbuh bersama sebagai desa wisata yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.