Merupakan monumen yang menjadi simbol identitas sebagai sumber marga Pardede, di mana Raja Bona ni Onan sendiri merupakan anak bungsu atau siampudan dari Raja Sonakmalela yang memiliki empat orang putra yaitu Simangunsong, Marpaung, Napitupulu, dan Pardede. Dalam silsilah keturunannya, Raja Bona ni Onan juga memiliki dua anak yaitu Raja Tandang Buhit dan Raja Pai Ndoan yang garis keturunannya terus terjaga hingga saat ini. Sebelum beralih fungsi menjadi situs sejarah yang megah, lokasi berdirinya monumen ini dulunya merupakan pusat kegiatan masyarakat yang digunakan sebagai tempat olahraga, terutama sebagai tempat bermain tenis bagi warga sekitar. Setelah melalui proses perencanaan dan pembangunan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, tugu ini akhirnya resmi berdiri dan diresmikan pada tahun 2010. Kini berfungsi sebagai situs sejarah sekaligus pemersatu bagi seluruh keturunan marga Pardede di seluruh Dunia.