Desa Wisata Candirejo adalah sebuah destinasi wisata yang terletak di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Dimana Semangat Wonderfull Indonesia tumbuh dengan semangat menawarkan pengalaman yang autentik dalam menjelajahi kehidupan pedesaan Jawa. Desa Wisata Candirejo merupakan salah satu desa wisata yang sukses dalam mengembangkan program wisata komunitas, yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat dalam menjaga dan memperkenalkan budaya serta kehidupan pedesaan kepada wisatawan.
Desa Wisata Candirejo memiliki beragam atraksi dan kegiatan yang menarik. Salah satunya adalah kunjungan ke home industri makanan, home industri kerajinan, agro pertanian. Wisatawan dapat melihat langsung kehidupan sehari-hari penduduk desa, serta berinteraksi dengan mereka serta dapat belajar membuat makanan atau kerajinan seperti membuat tempe, keripik tempe, slondok, pahat batu, anyam tas srengkot dan lain - lain.
Selain itu, Desa Wisata Candirejo juga menawarkan kegiatan pertanian yang unik. Wisatawan dapat ikut serta dalam kegiatan bertani seperti cabut singkong, memanen hasil pertanian, atau berkenalan dengan sistim pertanian yang ada di Desa Wisata Candirejo. Pengalaman ini memberikan wawasan tentang pentingnya pertanian dalam kehidupan masyarakat desa.
Desa Wisata Candirejo juga mengundang wisatawan untuk menjelajahi desa dengan bersepeda maupun dokar. Dengan mengayuh sepeda maupun menaiki dokar atau andong, wisatawan dapat menikmati keindahan alam pedesaan, melewati lahan pertanian, perkebunan, dan menikmati pemandangan alam yang menakjubkan. Ini adalah cara yang populer untuk merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat Candirejo.
Selain kegiatan tersebut, wisatawan juga dapat menikmati pertunjukan tarian tradisional Jawa yang dilakukan oleh warga desa. Pertunjukan ini menggambarkan cerita dan mitologi Jawa yang kaya akan budaya. Wisatawan dapat mempelajari gerakan-gerakan tarian tradisional dan menghargai keindahan seni yang terkandung di dalamnya.
Selain menawarkan pengalaman wisata yang berbeda, Desa Wisata Candirejo juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat. Melalui program wisata komunitas, penduduk desa terlibat secara aktif dalam pengelolaan dan pengembangan pariwisata, yang memberikan sumber penghasilan tambahan dan membantu melestarikan warisan budaya lokal.
Dengan keindahan alam, budaya yang kaya, dan keramahan penduduk setempat, Desa Wisata Candirejo menjadi tujuan wisata yang populer bagi wisatawan yang mencari pengalaman autentik dan mempelajari lebih banyak tentang kehidupan pedesaan Jawa.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi web site kami di www.candirejo.com
Berdasarkan data dari studi pengembangan desa, ketersediaan transportasi umum langsung menuju Candirejo masih terbatas, sehingga kendaraan pribadi dan ojek menjadi pilihan utama saat ini .
1. Kendaraan Pribadi atau Rental Mobil
Pilihan paling umum dan fleksibel. Jalan utama menuju desa sudah beraspal cukup lebar, bisa dilalui mobil, minibus, hingga bus besar. Banyak layanan tur di Yogyakarta menawarkan paket dengan antar-jemput (drop-off/pick-up) dari hotel menggunakan kendaraan pribadi .
2. Ojek (Termasuk Ojek Online)
Cocok untuk perjalanan mandiri. Banyak ojek dari Borobudur yang siap mengantar wisatawan ke Candirejo, termasuk ojek online .
3. Bus Wisata / Tur
Akses dari Yogyakarta atau Semarang bisa menggunakan jasa bus pariwisata . Banyak paket tur dari Yogyakarta yang menyediakan transportasi ke Borobudur dan dilanjutkan ke Candirejo. Untuk mencapai Borobudur dari Yogyakarta, tersedia bus DAMRI dari Bandara Internasional Yogyakarta .
4. Kendaraan Umum Lainnya
Armada bus reguler dari Terminal Tidar Magelang atau Stasiun Yogyakarta tersedia menuju Borobudur , namun untuk melanjutkan ke Candirejo, Anda perlu beralih ke ojek atau transportasi lokal.
Desa Wisata Candirejo memiliki sistem kepemanduan yang terstruktur dan menjadi salah satu kekuatan utamanya. Seluruh pemandu adalah masyarakat lokal yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Eco Tourism dan diawasi langsung oleh koperasi desa .
Jumlah & Kapasitas
Pemandu Lokal Tersedia: Tedapat 15 pemandu wisata lokal dan 5 ranger sebagai asisten pemandu untuk tamu group.
Bahasa Asing: Mayoritas wisatawan mancanegara berasal dari Eropa. Sebanyak 15 pemandu menguasai bahasa inggris, dan 4 diantaranya mampu berbahasa Prancis untuk melayani segmen pasar ini .
Candirejo memiliki ekosistem kelembagaan ekonomi yang kuat dan saling bersinergi. Selain Koperasi Desa Wisata (KDWC) yang mengelola sektor pariwisata, hadir juga Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang berfokus pada ketahanan pangan dan penguatan ekonomi lokal. KDMP Candirejo telah beroperasi dan menjadi perhatian nasional, salah satunya dengan kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan pada tahun 2025.
Keempat pilar ekonomi desa — KDWC (pariwisata), BUMDes (pengelolaan pasar), Balkondes (homestay & katering), dan KDMP (ketahanan pangan) — berjalan sinergis, saling mendukung, dan tidak tumpang tindih. Contoh nyata: sepeda onthel untuk wisatawan disediakan oleh KDMP, namun pengelolaan penyewaan dilakukan oleh KDWC. Model kolaborasi ini menjadi kekuatan tersendiri bagi Desa Wisata Candirejo.
Desa Wisata Candirejo telah menunjukkan eksistensinya di kancah promosi pariwisata internasional melalui partisipasi dalam berbagai ajang:
Travex 2024 (ASEAN Tourism Forum) – Candirejo dipromosikan sebagai destinasi unggulan di Paviliun Wonderful Indonesia di Vientiane, Laos, bersama Candi Borobudur . Hal ini menunjukkan bahwa Candirejo diakui sebagai salah satu desa wisata yang memiliki daya tarik bagi pasar internasional.
Strategi B2B – Desa ini secara aktif menjalin kemitraan dengan travel agent untuk memasarkan paket wisata, terutama untuk menjangkau wisatawan mancanegara dari Eropa seperti Prancis dan Belanda .
Kunjungan Pejabat Tinggi – Candirejo menjadi lokasi kunjungan Wakil Menteri Pariwisata pada Januari 2025, yang meninjau langsung model pengelolaan wisata berbasis komunitas dan koperasi . Hal ini semakin memperkuat posisi Candirejo sebagai desa wisata percontohan.
Dengan partisipasi aktif dalam berbagai ajang promosi dan jaringan B2B, Candirejo terus memperluas jangkauan pasar dan membangun kemitraan strategis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.
Desa Wisata Candirejo telah mendapatkan perhatian dari berbagai media:
Liputan Media Nasional: Kompas.id mempublikasikan profil perintis Desa Wisata Candirejo, Slamet Tugiyanto, yang mengisahkan perjalanan panjang desa ini sejak 1999 hingga menjadi desa wisata percontohan.
Liputan Kementerian Pariwisata: Desa ini menjadi sorotan dalam Travex 2024 di Laos, di mana Candirejo dipromosikan sebagai "Simbol Budaya Jawa" di Paviliun Wonderful Indonesia. Pada Januari 2025, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa secara khusus mengunjungi Candirejo dan menyebutnya sebagai role model wisata komunitas.
Media Sosial: Desa ini aktif di Instagram (@candirejo.borobudur) dengan lebih dari 1.000 pengikut dan 500+ konten, serta memiliki kehadiran di Facebook dan YouTube .
Kolaborasi: Candirejo juga menjalin kemitraan dengan travel agent dan berpartisipasi dalam event B2B seperti Table Top.
Desa Wisata Candirejo juga didukung oleh berbagai program CSR dan NGO. Balkondes yang dibangun melalui program CSR BUMN menyediakan penginapan dengan fasilitas lengkap di Dusun Sangen. Yayasan Patra Pala menjadi mitra pendamping awal dalam penguatan kapasitas masyarakat sejak perintisan desa wisata . Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai program pemerintah semakin memperkuat ekosistem ekonomi desa, berjalan sinergis dengan KDWC, BUMDes, dan Balkondes.