Desa Wisata Cepoko terletak di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Desa ini dikenal luas sebagai salah satu destinasi agrowisata unggulan di Kota Semarang yang memadukan potensi pertanian buah, suasana pedesaan yang asri, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Sentra Agrowisata Buah: Daya tarik utama desa ini adalah perkebunan buahnya. Cepoko sangat terkenal sebagai penghasil buah berkualitas, terutama Jambu Kristal, Kelengkeng, dan Durian. Pengunjung dapat merasakan pengalaman langsung memetik buah segar dari pohonnya.
Destinasi Edukasi Pertanian: Selain sebagai tempat rekreasi, desa ini sering menjadi jujukan untuk wisata edukasi. Wisatawan, pelajar, maupun kelompok tani dapat belajar tentang teknik pembibitan, perawatan tanaman, hingga proses pascapanen.
Suasana Alam yang Asri: Karena berada di kawasan dataran tinggi Gunungpati, Desa Cepoko menawarkan udara yang sejuk, lingkungan yang bersih, dan lanskap hijau yang jauh dari hiruk-pikuk pusat kota.
Pengembangan UMKM Berbasis Komunitas: Masyarakat setempat aktif mengolah hasil panen menjadi berbagai produk kuliner dan kerajinan khas. Hal ini menjadikan Desa Cepoko sebagai salah satu percontohan kerakyatan berbasis creative farming di Semarang.
Waktu Terbaik Berkunjung
Berdasarkan Musim Panen Buah:
Jambu Kristal (Komoditas Utama): Mengalami masa panen raya yang melimpah sekitar bulan Januari s.d. Maret serta Agustus s.d. September. Jika target utama Anda adalah merasakan sensasi memetik buah jambu kristal segar langsung dari pohonnya, datanglah pada bulan-bulan tersebut.
Kelengkeng dan Durian: Buah kelengkeng di kawasan ini biasanya dipanen satu tahun sekali, umumnya jatuh pada bulan Januari atau Agustus. Sementara untuk durian, musimnya mengikuti masa panen durian lokal Gunungpati pada awal atau akhir tahun.
Berdasarkan Waktu Harian:
Waktu paling ideal untuk tiba di lokasi adalah pada pagi hari pukul 08.00 s.d. 10.00 WIB. Pada jam tersebut, udara di dataran tinggi Gunungpati masih sangat sejuk dan sengatan matahari belum terlalu terik untuk berkeliling area kebun terbuka seluas lebih dari 3 hektar ini. Selain itu, pilihan buah segar siap petik masih melimpah sebelum didahului pengunjung lain.
Hal-Hal yang Harus Disiapkan
Pakaian dan Alas Kaki Lapangan: Gunakan pakaian berbahan katun yang mudah menyerap keringat. Karena rute penjelajahan didominasi tanah perkebunan, sangat disarankan memakai celana panjang untuk menghindari goresan ranting, serta sepatu olahraga atau sandal gunung yang nyaman untuk berjalan kaki.
Pelindung Matahari: Mengingat sebagian besar aktivitas bersifat luar ruangan (outdoor), siapkan pelindung kepala seperti topi, kacamata hitam, serta aplikasikan tabir surya (sunscreen) sebelum memulai aktivitas penjelajahan.
Uang Tunai (Cash): Sangat disarankan membawa uang tunai dalam pecahan kecil. Uang tunai ini akan mempermudah Anda saat membayar parkir kendaraan, bertransaksi langsung dengan para petani di lapak kebun, maupun saat membeli produk olahan makanan/minuman dari UMKM setempat.
Tas Belanja Ramah Lingkungan (Eco-bag): Bawalah kantung belanja mandiri berukuran sedang hingga besar dari rumah untuk membawa pulang hasil petikan buah. Hal ini sangat mendukung konsep green tourism guna meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai di area desa wisata.
Konfirmasi Masa Panen: Sebelum melakukan perjalanan, ada baiknya Anda memantau media sosial resmi atau menanyakan informasi terkini ke pihak pengelola untuk memastikan bahwa komoditas buah yang Anda incar memang dalam kondisi siap panen dan terbuka untuk aktivitas petik mandiri.
Belum ada homestay
Sewa Jeep
Sewa kereta wisata
Tersedia 2 pemandu wisata terlatih dan tersertifikasi
Peserta Festival Desa Wisata Kota Semarang Tahun 2025