Kampung Hijau dan Seni terletak di Kelurahan Tanah Lapang, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat. Berada di Kawasan Warisan Dunia UNESCO Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto, kampung ini merupakan destinasi wisata yang menampilkan harmoni kehidupan masyarakat multikultural, tempat berbagai suku, agama, dan budaya hidup berdampingan serta melahirkan kekayaan tradisi, seni pertunjukan, dan kearifan lokal yang menjadi daya tarik khas bagi wisatawan.
Keunikan utama dari Kampung Hijau dan Seni terletak pada kekayaan seni dan tradisi yang masih hidup dan berkembang melalui berbagai kelompok seni, seperti Keroncong Setia Abadi, Kuda Kepang Harapan Jaya, Seni Budaya Batak, Sanggar Permato Hitam, Sanggar Galang Maimbau, KIM Ompit, KIM Kinantam, serta Paguyuban Ki Sapu Jagat. Beragam komunitas tersebut menghadirkan pertunjukan seni, pelestarian budaya, serta aktivitas kreatif yang dapat dinikmati wisatawan secara langsung.
Produk unggulan desa wisata meliputi pertunjukan seni budaya, wisata edukasi budaya, serta pengalaman berinteraksi dengan masyarakat dalam berbagai kegiatan kesenian. Didukung suasana kampung yang hijau, nyaman, dan penuh semangat gotong royong, Kampung Hijau dan Seni menjadi destinasi yang menawarkan pengalaman wisata berbasis budaya, kreativitas, dan keharmonisan masyarakat dalam satu kawasan yang autentik.
Kampung Hijau dan Seni memiliki keunikan yang membedakannya dari destinasi wisata lainnya. Berlokasi di dalam Kawasan Warisan Dunia UNESCO Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto, kampung ini berada di jantung Kota Tua Sawahlunto dan terhubung dengan berbagai destinasi unggulan, seperti Museum Goedang Ransoem, Lobang Tambang Mbah Soero, dan Museum Infobox. Posisi strategis tersebut memungkinkan wisatawan menikmati pengalaman wisata sejarah, edukasi, budaya, dan kehidupan masyarakat dalam satu kawasan yang terintegrasi.
Keunikan lainnya terletak pada kehidupan seni dan budaya yang tumbuh secara alami di tengah masyarakat. Berbagai komunitas seni, seperti Keroncong Setia Abadi, Kuda Kepang Harapan Jaya, Seni Budaya Batak, Sanggar Permato Hitam, Sanggar Galang Maimbau, KIM Ompit, KIM Kinantam, dan Paguyuban Ki Sapu Jagat, secara aktif melestarikan tradisi sekaligus menghadirkan pertunjukan budaya yang autentik bagi wisatawan.
Selain itu, Kampung Hijau dan Seni menjadi cerminan harmoni masyarakat multikultural. Keberagaman suku, agama, dan budaya yang hidup berdampingan dalam semangat toleransi dan gotong royong menciptakan suasana kampung yang hangat, inklusif, dan ramah. Nilai-nilai tersebut menjadikan Kampung Hijau dan Seni sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat yang autentik, edukatif, serta berkelanjutan.
Belum ada atraksi
Ojek, Mobil, Van, Bus, dan Kereta Wisata
6 orang pemandu dari Pokdarwis