Desa Wisata Karangsalam Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas merupakan destinasi wisata berbasis alam, budaya, dan pemberdayaan masyarakat yang berada di lereng selatan Gunung Slamet. Desa ini menawarkan keindahan wisata alam berupa Curug Juneng, Curug Kembar, Curug Telu, Curug Lawang, Sendang Bidadari, Kedung Pete, serta jalur trekking, camping ground, dan wisata minat khusus canyoneering. Keanekaragaman hayati yang masih terjaga juga menjadikan kawasan ini sebagai lokasi bird watching, termasuk pengamatan Elang Jawa.
Dari sisi budaya, Karangsalam Lor memiliki tradisi Ider-Ider Desa, Grebeg Syura, kesenian Calung, Kuda Lumping, serta berbagai kegiatan seni masyarakat yang masih dilestarikan sebagai bagian dari identitas desa. Potensi ekonomi kreatif didukung oleh kuliner khas, produk UMKM, dan agrowisata.
Sebagai penunjang kenyamanan wisatawan, tersedia homestay, villa, area camping, gazebo, warung makan, musala, area parkir, pemandu wisata lokal, serta paket wisata edukasi dan petualangan. Berlokasi sekitar 15 km dari pusat Kota Purwokerto dengan akses yang mudah, Desa Wisata Karangsalam Lor terus berkembang sebagai destinasi wisata berkelanjutan yang memadukan konservasi alam, pelestarian budaya, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pariwisata berbasis komunitas.
Desa Wisata Karangsalam Lor menghadirkan pengalaman wisata yang memadukan petualangan, budaya, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu kawasan. Berbeda dengan desa wisata lain yang umumnya hanya menawarkan satu jenis atraksi, Karangsalam Lor memiliki rangkaian air terjun (Curug Juneng, Curug Kembar, Curug Telu, Curug Lawang, dan Sendang Bidadari) yang dapat dijelajahi melalui jalur trekking maupun aktivitas canyoneering, menjadikannya salah satu destinasi wisata minat khusus yang langka di Banyumas.
Keunggulan lainnya adalah wisatawan dapat menikmati berbagai pengalaman dalam satu kunjungan, mulai dari wisata alam, camping, bird watching, hingga mengenal budaya lokal melalui Tradisi Ider-Ider Desa, Grebeg Syura, kesenian tradisional, kuliner khas, dan produk UMKM masyarakat.
Seluruh aktivitas wisata dikelola dengan konsep Community Based Tourism (CBT), sehingga manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pengelolaan homestay, villa, pemandu lokal, kuliner, serta jasa wisata. Komitmen terhadap konservasi lingkungan juga menjadi identitas desa, dengan pengelolaan kawasan yang mengedepankan pelestarian sumber mata air, keanekaragaman hayati, dan edukasi lingkungan.
Dengan akses yang mudah dari Purwokerto dan kawasan wisata Baturraden, Karangsalam Lor menawarkan pengalaman "One Village, Many Adventures"—satu desa dengan beragam destinasi, aktivitas, budaya, dan cerita yang dapat dinikmati oleh wisatawan keluarga, pecinta alam, maupun pencari wisata petualangan.
Waktu terbaik mengunjungi Desa Wisata Karangsalam Lor adalah musim kemarau (Mei–September) ketika debit air relatif aman untuk aktivitas trekking dan canyoneering, jalur lebih nyaman dilalui, serta pemandangan alam lebih cerah. Pada musim hujan, beberapa aktivitas di sungai dapat dibatasi demi keselamatan.
Yang Perlu Disiapkan
Bagi seluruh pengunjung
Bagi peserta trekking dan canyoneering
Durasi Kunjungan yang Direkomendasikan
Tips Berwisata
Mobil wisata (odong odong), ojek, sewa mobil
5 orang
terbangun belum mulai operasional
10 besar Desa Wisata Nasional Kemendes tahun 2019
Lomba Desa Wisata Nasional Kemendes tahun 2019
Jejak Petualang Trans 7, Tanah Air Beta Trans TV
Pasca Sarjana Unsoed,Universitas Amikom,Perumda Air Minum Tirta Satria, Perhutani,NGO Burung Indonesia