Desa Wisata Kelawi merupakan destinasi wisata berbasis masyarakat (Community Based Tourism) yang terletak di Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Berada di gerbang Pulau Sumatra, desa ini mengusung konsep Edu-Adventure Tourism Village yang memadukan wisata bahari, alam, budaya, edukasi, konservasi, dan wisata minat khusus dalam satu destinasi.
Daya tarik utamanya meliputi Pantai Minang Rua, Bukit Paragliding Batu Alif yang menyuguhkan panorama Selat Sunda dan Gunung Krakatau, Hutan Alas Tuha Kayutabu sebagai kawasan ekowisata dan edukasi konservasi, serta Agrowisata Alpukat Sipit Kelawi yang menawarkan pengalaman belajar budidaya dan pengolahan hasil pertanian.
Desa Wisata Kelawi juga memiliki program konservasi penyu, di mana wisatawan dapat mengikuti kegiatan edukasi pelestarian, mengenal siklus hidup penyu, hingga berpartisipasi dalam pelepasliaran tukik (bayi penyu) pada musim tertentu sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir.
Kekayaan budaya desa diwujudkan melalui Sulam Tapis Lampung, tari tradisional, serta tradisi Butandang, Bukakhang, dan Mengan Balak yang dikemas sebagai atraksi wisata berbasis pengalaman. Wisatawan dapat menikmati paket wisata One Day Trip, 2 Days 1 Night, hingga 3 Days 2 Nights dengan menginap di homestay masyarakat.
Didukung oleh Pokdarwis, pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor swasta, Desa Wisata Kelawi terus mengembangkan pariwisata berkelanjutan melalui konservasi hutan, rehabilitasi terumbu karang, pelestarian penyu, serta pemberdayaan masyarakat, sehingga menjadi destinasi yang menghadirkan pengalaman wisata autentik, edukatif, dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat serta kelestarian lingkungan.
Keunikan dan Keunggulan Desa Wisata KelawiDesa Wisata Kelawi merupakan destinasi wisata berbasis masyarakat (Community Based Tourism) yang berada di gerbang Pulau Sumatra, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Desa ini mengusung konsep Edu-Adventure Tourism Village, yang memadukan wisata alam, budaya, edukasi, konservasi, dan wisata minat khusus dalam satu pengalaman yang autentik.
Keunggulan utama Desa Wisata Kelawi adalah perpaduan Pantai Minang Rua dan Bukit Paragliding Batu Alif yang menawarkan panorama spektakuler Selat Sunda dan Gunung Krakatau dalam satu kawasan. Wisatawan dapat menikmati berbagai aktivitas wisata minat khusus seperti paralayang, rock climbing, snorkeling, trekking, canyoning, hingga wisata bahari yang menjadi daya tarik unggulan destinasi.
Salah satu ikon baru Desa Wisata Kelawi adalah Hutan Alas Tuha Kayutabu, kawasan hutan yang masih alami dan memiliki nilai ekologis, sejarah, serta kearifan lokal yang tinggi. Kawasan ini dikembangkan sebagai destinasi ekowisata dan wisata edukasi, tempat wisatawan belajar mengenai konservasi hutan, keanekaragaman hayati, pemanfaatan tanaman endemik, mitigasi perubahan iklim, serta filosofi masyarakat dalam menjaga kelestarian alam. Program penghijauan dan rehabilitasi kawasan juga terus dilakukan melalui penanaman berbagai jenis pohon lokal sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.
Dari sisi budaya, Desa Wisata Kelawi menghadirkan pengalaman hidup bersama masyarakat melalui kegiatan Sulam Tapis Lampung, Tari Tradisional Lampung, serta tradisi Butandang, Bukakhang, dan Mengan Balak yang masih dilestarikan sebagai warisan budaya masyarakat pesisir Lampung.
Desa ini juga dikenal sebagai sentra Agrowisata Alpukat Sipit Kelawi, yang menawarkan pengalaman edukatif mulai dari pembibitan, sambung pucuk, budidaya, hingga pengolahan hasil pertanian. Seluruh potensi tersebut dikemas dalam paket wisata One Day Trip, 2 Days 1 Night, dan 3 Days 2 Nights (Live In) yang mengedepankan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).
Sebagai bentuk komitmen terhadap pariwisata berkelanjutan, Desa Wisata Kelawi aktif mengembangkan konservasi pesisir, rehabilitasi Hutan Alas Tuha Kayutabu, penanaman pohon, konservasi terumbu karang, pengelolaan sampah berbasis 3R, serta pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan berbagai mitra pembangunan.
Didukung blueprint pengembangan kawasan, kolaborasi multipihak, serta inovasi produk wisata pasca Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2025, Desa Wisata Kelawi terus memperkuat posisinya sebagai destinasi unggulan yang menawarkan perpaduan bahari, hutan, petualangan, budaya, edukasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu destinasi.
Untuk mendapatkan pengalaman terbaik, wisatawan disarankan mengunjungi Desa Wisata Kelawi selama 2 hari 1 malam atau 3 hari 2 malam agar dapat menikmati seluruh potensi wisata alam, budaya, edukasi, dan petualangan secara optimal.
Wisatawan dapat memulai perjalanan dengan menikmati panorama Pantai Minang Rua dan Bukit Paragliding Batu Alif yang menyuguhkan pemandangan Selat Sunda dan Gunung Krakatau, dilanjutkan dengan aktivitas wisata minat khusus seperti paralayang, rock climbing, snorkeling, trekking, dan canyoning.
Pengalaman edukasi dapat dilanjutkan di Hutan Alas Tuha Kayutabu, tempat wisatawan belajar tentang konservasi hutan, keanekaragaman hayati, serta program penghijauan. Selanjutnya, wisatawan dapat mengunjungi Agrowisata Alpukat Sipit Kelawi untuk mengikuti kegiatan sambung pucuk, budidaya, hingga mengenal produk unggulan desa.
Untuk merasakan kehidupan masyarakat lokal, wisatawan dianjurkan menginap di homestay dan mengikuti berbagai aktivitas budaya seperti praktik Sulam Tapis Lampung, belajar Tari Tradisional Lampung, serta tradisi Butandang, Bukakhang, dan Mengan Balak yang menjadi identitas masyarakat Kelawi.
Selama berkunjung, wisatawan diharapkan menjaga kebersihan, menghormati adat dan budaya setempat, menggunakan jasa pemandu lokal untuk aktivitas alam dan wisata minat khusus, serta mendukung UMKM dengan membeli produk khas Desa Wisata Kelawi. Dengan demikian, setiap kunjungan tidak hanya memberikan pengalaman yang berkesan, tetapi juga turut mendukung pelestarian budaya, konservasi lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Layanan Agoda Reschedule