Kampung Wisata Kricak merupakan kampung wisata berbasis masyarakat yang berada di Kelurahan Kricak, Kemantren Tegalrejo, Kota Yogyakarta. Berada di sisi timur Sungai Winongo, Kricak memiliki karakter kampung perkotaan yang kaya akan potensi alam, budaya, seni, edukasi, dan ekonomi kreatif. Kehidupan masyarakat yang masih kuat dengan semangat gotong royong menjadi salah satu kekuatan utama dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.
Potensi wisata Kricak cukup beragam, mulai dari wisata Sungai Winongo dan kawasan Bendolole, wisata pertanian perkotaan, budidaya lele, hingga aktivitas edukasi masyarakat. Di bidang budaya dan seni, Kricak memiliki berbagai kesenian tradisional seperti jathilan, ketoprak, karawitan, mocopat, dan rebana. Kricak juga memiliki potensi ekonomi kreatif berupa batik, kerajinan, jamu, dan kuliner lokal.
Wisatawan dapat menikmati pengalaman melalui beberapa paket wisata, antara lain Paket Edukasi Jelajah Kampung Wisata Kricak, serta belajar membatik. Selain itu, terdapat potensi Pasar Seton Kepayon, Kelompok Tani Perkotaan Ngremboko, dan Budidaya Lele yang dapat dikembangkan sebagai atraksi wisata edukatif.
Dengan perpaduan wisata alam, budaya, seni, edukasi, dan kreativitas masyarakat, Kampung Wisata Kricak menawarkan pengalaman menjelajah kampung yang tidak hanya bersifat rekreatif, tetapi juga memberikan kesempatan kepada wisatawan untuk belajar, berinteraksi, dan mengenal kehidupan masyarakat Yogyakarta secara lebih dekat.
Kampung Wisata Kricak memiliki keunikan sebagai kampung wisata perkotaan yang mampu memadukan kehidupan masyarakat, budaya, lingkungan sungai, dan ekonomi kreatif dalam satu kawasan. Letaknya di sisi timur Sungai Winongo menjadikan wisata sungai sebagai salah satu ciri khas Kricak, termasuk aktivitas jelajah lingkungan sungai.
Kricak juga dikenal sebagai kawasan yang memiliki karakter budaya kuat, dengan keberadaan berbagai kesenian seperti jathilan, ketoprak, karawitan, mocopat, dan rebana, serta kegiatan budaya rutin masyarakat. Keunikan lainnya adalah keberadaan Sentra Jamu Gendong dan Sentra Kuliner, yang memperlihatkan kekuatan ekonomi lokal dan tradisi masyarakat.
Di sisi lain, Kricak memiliki potensi pertanian perkotaan, budidaya lele, pasar kampung, kerajinan, dan batik yang dapat dikemas menjadi wisata edukasi dan pengalaman. Keberagaman potensi tersebut membuat Kricak memiliki konsep wisata yang tidak sekadar mengandalkan objek, tetapi menawarkan pengalaman berinteraksi langsung, belajar, dan mengenal kehidupan masyarakat kampung di tengah Kota Yogyakarta.
Belum ada homestay
kampung wisata Kricak memiliki 2 pemandu bersertifikat BNSP