Desa Labuhan Ratu VII berbatasan langsung dengan TN. Way Kambas. Sehingga bisa mendapatkan pengalaman dan pembelajaran dengan melakukan kegiatan kegiatan edukasi wisata yang ada di desa Labuhan Ratu VII dan bisa ikut turut serta dalam melestarikan alam.
Narasi Keunikan Desa Labuhan Ratu VII
Desa Labuhan Ratu VII, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, merupakan desa yang memiliki keunikan tersendiri karena berbatasan langsung dengan kawasan konservasi Taman Nasional Way Kambas, salah satu kawasan pelestarian alam terpenting di Indonesia. Posisi geografis ini menjadikan Desa Labuhan Ratu VII sebagai desa penyangga yang memiliki peran strategis dalam menjaga kelestarian ekosistem sekaligus menjadi pintu gerbang bagi berbagai kegiatan edukasi konservasi.
Keunikan desa ini terletak pada harmonisasi antara kehidupan masyarakat dengan alam. Warga hidup berdampingan dengan kawasan hutan yang menjadi habitat satwa langka seperti gajah Sumatra, badak Sumatra, harimau Sumatra, serta ratusan jenis burung endemik dan burung migran. Kedekatan tersebut membentuk karakter masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung upaya konservasi.
Selain memiliki kekayaan alam, Desa Labuhan Ratu VII juga mengembangkan potensi wisata edukasi berbasis konservasi. Pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas seperti jungle trekking, pengamatan burung (birdwatching), edukasi gajah Sumatra, penanaman pakan badak, edukasi lebah, hingga mengenal budaya lokal melalui batik bermotif satwa Way Kambas. Aktivitas tersebut memberikan pengalaman yang tidak hanya menarik, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati.
Dengan perpaduan antara kekayaan alam, kearifan lokal, dan komitmen masyarakat terhadap pelestarian lingkungan, Desa Labuhan Ratu VII menjadi contoh desa yang mampu mengembangkan pembangunan berkelanjutan. Desa ini bukan hanya menjadi kawasan penyangga Taman Nasional Way Kambas, tetapi juga menjadi destinasi wisata edukasi konservasi yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian alam untuk generasi mendatang.
Kegiatan wisata alam sangat menarik jika dilakukan pada pagi hari atau sore hari sehingga wisatawan bisa bermalam di homestay atau glamping