Desa Gerak Makmur adalah desa pesisir di Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara. Berada di tepi Teluk Lande yang berair jernih dan dikelilingi perbukitan asri, sebagian besar warganya hidup sebagai nelayan dan petani dengan komoditas unggulan ikan budidaya dan bawang merah.
Kehidupan desa diwarnai budaya lokal yang kental — bahasa Cia-Cia dan semangat gotong royong yang masih terjaga. Beberapa tahun terakhir, desa mulai tumbuh sebagai kawasan wisata berbasis masyarakat lewat Karamba Resto, tebing-tebing eksotis, dan spot sunset yang menawan. Bagi warganya, desa ini lebih akrab disapa dengan satu nama: Lande.
Gerak Makmur semula satu kesatuan wilayah dengan Windu Makmur dan Lapandewa Makmur di Kecamatan Sampolawa, sebelum pemekaran memisahkan keduanya. Gerak Makmur tetap di Sampolawa sebagai desa induk — titik awal perkembangan seluruh kawasan.
Meski terbagi secara administratif, warganya tetap terikat pada satu nama warisan turun-temurun: Lande. Nama ini tak tercantum di peta resmi, namun hidup dalam tutur sehari-hari — konon berasal dari wisatawan yang menyamakan lanskapnya dengan London, atau pesawat Jepang yang mencoba mendarat (landing) di kawasan berbatu ini semasa Perang Dunia II.
Waktu terbaik mengunjungi Gerak Makmur adalah sore hari ketika matahari mulai condong ke barat. Pengunjung dapat menikmati panorama Teluk Lande, bersantai di Karamba Resto, serta menyaksikan matahari terbenam yang menjadi daya tarik utama desa. Jangan lupa mencicipi olahan hasil laut segar dan bawang merah lokal sebagai ciri khas Gerak Makmur. Tetap jaga kebersihan, hormati budaya setempat, dan ikuti arahan masyarakat agar pengalaman berwisata tetap nyaman bagi semua.
Belum ada atraksi
Belum ada homestay
Koperasi Merah Putih Desa Gerak Makmur dan Kampung Nelayan Merah Putih Gerak Mkamur
Jenis usaha:
-
Sail 2 Indonesia Rally 2025
Kolaborasi dengan beberapa influencer seperti Kelana Syarah dan Jak setiawan Arip.
Universitas Muhammadiyah Buton, Universitas Dayanuikasanudin, dan Universitas Gadjah Mada