Desa Tanjung Binga merupakan salah satu Desa yang terletak di Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung. Desa Tanjung Binga penduduknya terdiri dari berbagai macam suku yaitu suku Bugis, Melayu dan Jawa. Di Desa Tanjung Binga sendiri agama yang dianut dominan agama islam. Desa Tanjung Binga berada pada ketinggian 18 mDPL diatas permukaan laut dan memilik luas wilayah kurang lebih 218.000 km persegi. Rata-rata penduduk Desa Tanjung Binga bermatapencaharian sebagai Nelayan. Desa Tanjung Binga dikenal sebagai Centra Ikan Asin Terbesar di Indonesia, dan dikenal sebagai Desa Nelayan. Kini Desa Tanjung binga Berhasil Bertransformasi menjadi Desa Wisata dengan pengerak utamanya ialah Generasi Muda Desa. Adapun batas-batas yang dimiliki wilayah Tanjung Binga ialah sebagai berikut :
Jarak tempuh dari Desa Tanjung Binga ke ibukota kecamatan kurang lebih 22 km dengan waktu tempuh 30 menit. Dan jarak tempuh dari Desa Tanjung Binga ke ibukota kabupaten kurang lebih 16 km dengan waktu tempuh 20 menit.
Desa Mina Eduwisata Kreatif Tanjung Binga memiliki keunikan sebagai destinasi wisata pesisir yang mengintegrasikan kehidupan nelayan, kekayaan laut, budaya lokal, edukasi, konservasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi dapat merasakan langsung aktivitas masyarakat seperti belajar alat tangkap, pengolahan hasil laut, kuliner khas, kerajinan, serta kegiatan konservasi terumbu karang, mangrove, kima, dan biota laut lainnya. Keunggulan Tanjung Binga terletak pada konsep wisata berbasis pengalaman dan keberlanjutan, di mana masyarakat menjadi pelaku utama dan generasi muda turut menjadi penggerak destinasi. Pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi, penguatan UMKM, homestay, serta wisata edukasi menjadikan Tanjung Binga bukan sekadar destinasi wisata, tetapi living coastal village yang menghubungkan laut, budaya, konservasi, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. Rekomendasi Saat Kunjungan di Desa Wisata Tanjung Binga Saat berkunjung ke Desa Mina Eduwisata Kreatif Tanjung Binga, wisatawan direkomendasikan untuk menikmati pengalaman wisata berbasis masyarakat dan kelautan. Kunjungan dapat diawali dengan mengenal kehidupan nelayan dan aktivitas perikanan, dilanjutkan dengan wisata edukasi seperti pembuatan bubu, aktivitas mengangkat bubu, pembuatan kapal/boat, serta pengolahan hasil laut. Wisatawan juga dapat menikmati kuliner khas desa seperti Mie Ikan dan Makan Bedulang, mengunjungi UMKM dan belajar membuat kerajinan dari limbah cangkang kerang. Untuk melengkapi pengalaman, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju Pulau Malang Ara untuk menikmati keindahan pesisir dan bawah laut sekaligus mengenal upaya konservasi terumbu karang, kima, mangrove, serta ekosistem laut lainnya. Kunjungan diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman rekreasi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar, berinteraksi dengan masyarakat, mendukung ekonomi lokal, dan turut menjaga lingkungan pesisir.
Belum ada homestay