Di balik sejuknya perbukitan Kota Bukittinggi, berdiri sebuah destinasi yang lahir dari semangat gotong royong dan kecintaan masyarakat terhadap warisan alam serta budaya. Kampung Wisata Tapian Tabiang Barasok resmi diresmikan pada 21 Desember 2024 di Kelurahan Bukik Apik Puhun, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Meski usianya masih muda, kampung wisata ini telah menunjukkan komitmen kuat dalam membangun pariwisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing.
Didukung aksesibilitas yang mudah dari pusat Kota Bukittinggi maupun dari ibu kota Provinsi Sumatera Barat, Tapian Tabiang Barasok menghadirkan perpaduan harmonis antara panorama alam yang memukau, kekayaan kuliner khas Minangkabau, seni dan tradisi yang tetap lestari, serta geliat ekonomi kreatif dan UMKM yang tumbuh bersama masyarakat. Setiap sudut kampung menawarkan pengalaman yang otentik, di mana wisatawan tidak hanya menjadi penikmat, tetapi juga bagian dari kehidupan masyarakat lokal.
Pengalaman tersebut diperkuat oleh keberadaan homestay bernuansa rumah warga, fasilitas amenitas yang memadai, serta pelayanan yang mengedepankan keramahan khas Minangkabau. Dengan menjunjung nilai adat, kearifan lokal, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat, Kampung Wisata Tapian Tabiang Barasok terus bertumbuh sebagai destinasi yang tidak sekadar menawarkan keindahan, tetapi juga menghadirkan makna, pembelajaran, dan inspirasi. Inilah wajah baru pariwisata Indonesia: sebuah kampung yang membuktikan bahwa kebersamaan masyarakat mampu melahirkan destinasi berkualitas yang layak untuk dikunjungi.
Keunikan dan Keunggulan Kampung Wisata Tapian Tabiang Barasok
Kampung Wisata Tapian Tabiang Barasok memiliki identitas yang kuat sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat yang lahir dari semangat gotong royong. Berbeda dengan banyak destinasi yang berkembang melalui investasi besar, kampung wisata ini tumbuh dari inisiatif warga yang berawal dari diskusi di lapau kopi, kemudian diwujudkan menjadi gerakan bersama untuk membangun kampung sebagai tujuan wisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Keunggulan utamanya terletak pada konsep “living culture and living experience”, yaitu menghadirkan pengalaman bagi wisatawan untuk hidup, belajar, dan berinteraksi langsung dengan masyarakat Minangkabau. Melalui homestay berbasis rumah warga, wisatawan dapat menikmati kuliner tradisional, mempelajari adat dan budaya, menyaksikan tradisi Silek Tuo Siriah Langkok, serta mengikuti aktivitas keseharian masyarakat secara autentik.
Kampung wisata ini juga menawarkan paket wisata terpadu yang menggabungkan keindahan alam, seni budaya, edukasi, ekonomi kreatif, dan kearifan lokal dalam satu destinasi. Seluruh aktivitas dikelola secara partisipatif oleh Pokdarwis dengan melibatkan perempuan, pemuda, pelaku UMKM, tokoh adat, dan masyarakat sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata.
Didukung akses yang mudah dari pusat Kota Bukittinggi, amenitas yang memadai, serta kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha, Tapian Tabiang Barasok terus berkembang sebagai destinasi yang inovatif dan adaptif. Komitmennya terhadap pariwisata berkelanjutan diwujudkan melalui pelestarian budaya, penghijauan, pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R, pemanfaatan maggot untuk mengolah sampah organik, dan edukasi lingkungan.
Dengan mengusung semangat “Dari Lapau Menjadi Destinasi, dari Hotong Royong Menjadi Inspirasi”, Kampung Wisata Tapian Tabiang Barasok tidak hanya menawarkan keindahan alam dan budaya, tetapi juga menghadirkan model pengembangan pariwisata yang memberdayakan masyarakat, melestarikan warisan lokal, dan menciptakan pengalaman wisata yang autentik, edukatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Belum ada atraksi