Karaci ditampilkan dalam bentuk pertarungan simbolis antara dua pemain yang menggunakan rotan dan perisai sebagai alat utama. Gerakan yang dilakukan bukan semata-mata untuk saling melukai, melainkan sebagai bentuk uji ketangkasan, keberanian, serta kemampuan mengendalikan emosi dalam batas-batas adat.
Setiap ayunan rotan dan langkah yang diambil mengandung makna tentang kehormatan, sportivitas, serta keseimbangan antara kekuatan dan kebijaksanaan. Dalam pelaksanaannya, Karaci menghadirkan suasana adat yang khas, menjadikannya tidak hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai tuntunan nilai budaya bagi masyarakat.