Desa Wisata Sapitu Lape merupakan destinasi yang memadukan keindahan alam, kekayaan budaya, dan jejak sejarah yang hidup dalam ingatan kolektif masyarakat. Lanskapnya masih alami, dihiasi pepohonan rindang, udara sejuk, serta aliran air yang jernih yang menjadi bagian dari keseharian warga.
Daya tarik utamanya, Tiu Pasai, adalah kolam alami yang berada di antara Gunung/Olat Jati dan Gunung/Olat Unter Kanangi, menciptakan lanskap yang unik dan memukau. Kolam alami ini terbentuk di tengah struktur bebatuan tinggi yang menjulang, menghadirkan suasana kokoh sekaligus menenangkan. Kawasan ini juga menjadi salah satu contoh dan role model kelestarian hutan di Sumbawa yang masih terjaga dengan baik oleh masyarakat.
Tiu Pasai dipercaya sebagai lokasi mandinya tujuh bidadari, sebuah kisah yang hidup dalam ingatan kolektif masyarakat hingga kini. Selain itu, terdapat juga Liang/Goa Domba (Domba Konon), yang diyakini sebagai tempat persembunyian tujuh gadis cantik saat dikejar oleh Goran atau semacam perompak pada masa Kedatuan sekitar tahun 1795 pada masa lampau.
Di area pematang sawah juga terdapat Batu Nisung, sebuah batu bersejarah yang dipercaya sebagai bukti aktivitas tujuh gadis cantik yang menumbuk obat-obatan atau ramuan pada masa dahulu. Situs ini menjadi bagian penting dari cerita sejarah lisan yang masih dijaga oleh masyarakat setempat.
Pengunjung tidak hanya menikmati panorama, tetapi juga dapat merasakan pengalaman langsung seperti mandi di kolam alami, menyusuri air dengan perahu karet, hingga menikmati aliran air yang jatuh lembut seperti benang sutera dari bendungan yang menjadi spot favorit. Kekayaan budaya juga hadir melalui atraksi tradisional seperti Karaci dan Ratib Rabana Ode yang memperkuat identitas lokal.
Desa wisata ini dibuka secara rutin setiap hari Minggu pukul 08.00 hingga 17.00 WITA serta pada peringatan hari-hari besar nasional. Di luar hari tersebut, kunjungan tetap dapat dilakukan dengan reservasi terlebih dahulu melalui pengelola sebagai bentuk pengaturan dan kenyamanan bersama.
Keunggulan Desa Wisata Sapitu Lape terletak pada perpaduan utuh antara alam, budaya, dan sejarah yang masih terjaga dengan baik. Setiap sudutnya tidak hanya menawarkan keindahan, tetapi juga pengalaman yang sarat makna.
Keunikannya antara lain:
Di tempat ini, keindahan tidak hanya dilihat, tetapi juga dijaga bersama.
.3. Rekomendasi Saat Kunjungan Desa Wisata
Agar kunjungan ke Desa Wisata Sapitu Lape lebih berkesan, disarankan:
Mengunjungi pada hari Minggu (08.00–17.00 WITA) atau hari besar nasional
Melakukan reservasi terlebih dahulu jika berkunjung di luar hari tersebut dengan menghubungi pengelola
Perjalanan dari Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharuddin (Sumbawa Besar) menuju Kecamatan Lape dapat ditempuh sekitar ±45–1 jam perjalanan melalui jalur dengan pemandangan alam khas Sumbawa
Sesampainya di Lape, menuju lokasi Tiu Pasai dapat melalui dua akses utama:
Jalan gang depan Polsek Lape, mengikuti petunjuk arah
Gang samping Alfamart Lape atau depan Bala Dea Busing Lape, menuju arah Stompa Jaya dan lanjut ke jalan usaha tani Unter Kanangi
Dari titik tersebut, perjalanan menuju lokasi Tiu Pasai sekitar ±15 menit dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat
Tersedia area parkir untuk pengunjung
Datang pada pagi atau sore hari untuk menikmati suasana yang lebih sejuk
Menggunakan alas kaki yang nyaman karena akses masih alami
Mencoba aktivitas seperti mandi di kolam alami atau perahu karet dengan tetap mengutamakan keselamatan
Mengabadikan momen di spot air jatuh seperti benang sutera
Menyaksikan atraksi budaya Karaci dan Ratib Rabana Ode
Menjaga kebersihan serta menghargai adat dan cerita lokal
Kontak Reservasi / Informasi:
Indra – 082235336741
Kunjungan ke Sapitu Lape bukan hanya soal waktu yang tepat, tetapi juga tentang cara yang bijak—datang dengan kesadaran, pulang dengan pengalaman.
Belum ada homestay
Akses menuju Desa Wisata Sapitu Lape, khususnya Tiu Pasai, dapat ditempuh dengan cukup mudah melalui jalur darat. Dari pusat Kabupaten Sumbawa Besar maupun Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharuddin, perjalanan dapat dilanjutkan menuju Kecamatan Lape dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Setibanya di kawasan Lape, tersedia berbagai pilihan akses transportasi yang dapat digunakan oleh pengunjung, antara lain:
Dari titik masuk Desa Lape, perjalanan menuju lokasi Tiu Pasai dapat dilanjutkan sekitar ±15 menit dengan akses jalan yang dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Jalur menuju lokasi juga telah memiliki petunjuk arah melalui beberapa akses utama desa serta jalur usaha tani menuju kawasan Unter Kanangi.
Di area wisata juga telah tersedia area parkir yang dapat menampung kendaraan pengunjung dengan aman dan tertata.
Dengan kondisi tersebut, aksesibilitas menuju Desa Wisata Sapitu Lape cukup mendukung bagi wisatawan lokal maupun luar daerah, baik yang menggunakan transportasi umum, sewa kendaraan, maupun kendaraan pribadi.
Desa Wisata Sapitu Lape saat ini telah memiliki pemandu wisata lokal yang berasal dari masyarakat setempat. Pemandu wisata berperan dalam mendampingi pengunjung selama berada di kawasan wisata, khususnya di Tiu Pasai, serta memberikan informasi terkait daya tarik alam, budaya, dan sejarah yang ada di kawasan desa wisata.
Selain itu, pemandu wisata juga membantu menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung, terutama dalam aktivitas wisata seperti mandi di kolam alami, penggunaan perahu karet, serta kunjungan ke situs sejarah seperti Liang/Goa Domba dan Batu Nisung. Keberadaan pemandu wisata ini menjadi bagian penting dalam pengelolaan wisata berbasis masyarakat.
Di Desa Lape telah terbentuk Koperasi Desa Merah Putih, yang saat ini masih dalam tahap pengembangan, khususnya pada pembangunan gerai sebagai bagian dari penguatan kelembagaan ekonomi desa.
Koperasi ini dirancang untuk menjadi wadah ekonomi masyarakat desa dengan arah pengembangan usaha yang di antaranya meliputi:
Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi salah satu pilar penggerak ekonomi masyarakat Desa Lape secara berkelanjutan, termasuk dalam mendukung pertumbuhan Desa Wisata Sapitu Lape.
Desa Wisata Sapitu Lape terus menunjukkan perkembangan sebagai destinasi wisata berbasis alam, budaya, dan sejarah yang dikelola oleh masyarakat. Dalam proses pengembangannya, desa ini telah memperoleh berbagai bentuk apresiasi dan dukungan pada tingkat desa dan kabupaten, terutama dalam program pengembangan desa wisata.
Selain itu, Desa Wisata Sapitu Lape juga menjadi salah satu destinasi yang mendapat perhatian dalam pengembangan sektor pariwisata daerah Kabupaten Sumbawa, khususnya karena potensi alam Tiu Pasai, kekayaan budaya, serta nilai sejarah yang melekat dalam kehidupan masyarakat.
Desa Wisata Sapitu Lape aktif berpartisipasi sekaligus menjadi bagian dari penyelenggaraan berbagai kegiatan seni, budaya, dan pengembangan potensi masyarakat, antara lain:
1. Penyelenggaraan “Tiu Pasai Got Talent 2026”, meliputi lomba karaoke, vokal solo anak-anak dan dewasa sebagai upaya menggali dan mengembangkan potensi seni masyarakat.
2. Keterlibatan dalam event budaya “Lape Junjung Budaya Desa Lape” dalam rangka pelestarian adat dan budaya lokal.
3. Partisipasi dan dukungan dalam kegiatan HUT RI ke-80 Tahun 2025, sebagai wujud kebersamaan masyarakat dalam memeriahkan hari kemerdekaan melalui kegiatan seni dan budaya.
4. Dukungan serta dokumentasi kegiatan Karaci Sakral Adat Bala Dea Busing Lape Tahun 2025, sebagai bagian dari pelestarian tradisi dan nilai budaya lokal.
5. Keterlibatan dalam berbagai festival budaya dan kegiatan promosi pariwisata tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten.
Desa Wisata Sapitu Lape mulai dikenal melalui berbagai media dan kanal digital, baik lokal maupun regional, melalui publikasi potensi wisata, khususnya Tiu Pasai.
Beberapa bentuk eksposur dan kolaborasi yang telah dilakukan antara lain:
1. Liputan Sumbawa Tahun 2024 yang mengangkat destinasi wisata Tiu Pasai, sebagai salah satu potensi wisata unggulan
2. Publikasi melalui akun media sosial resmi Desa Wisata Sapitu Lape di Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube, sebagai sarana promosi digital
3. Upaya pengembangan Podcast Desa Wisata Sapitu Lape, sebagai media promosi potensi desa, baik SDM maupun SDA
4. Kolaborasi dengan content creator dan influencer dalam rangka promosi wisata daerah
5. Dipublikasikan melalui akun YouTube OVOY, berupa video peserta Festival Youtuber Desa Tahun 2025 yang menampilkan potensi Desa Wisata Sapitu Lape
Desa Wisata Sapitu Lape terus mengembangkan jejaring kerja sama dan kemitraan dalam rangka penguatan kapasitas dan pengembangan destinasi, antara lain: