Desa Wisata Lape, berlokasi di kecamatan Lape, Sumbawa, NTB, menghadirkan keindahan alam, seni budaya, kuliner khas, dan kreativitas lokal. Dengan keberagaman potensi wisata alami, Desa Lape menawarkan pengalaman yang memikat bagi para pengunjung yang mencari petualangan dan keaslian.
**Menjelajahi Keunikan Desa Wisata Sapitu Lape: Perpaduan Alam, Budaya, dan Kreativitas Lokal**
Desa Wisata Sapitu Lape menawarkan pengalaman yang tak terlupakan melalui keunikan dan keunggulannya yang meliputi alam yang masih alami, keberagaman seni budaya, sajian kuliner khas, inisiatif pengelolaan sampah yang kreatif, dan simbol harmoni manusia dan alam yang terwujud dalam Bendungan Mengkoang.
Salah satu daya tarik utama desa ini adalah keindahan alam Tiu Pasai yang masih alami dengan struktur batu yang memukau, pepohonan hijau yang rindang, dan nilai sejarah yang membekas. Hal ini menjadikan desa ini sebagai destinasi unik yang sulit ditemukan di tempat lain.
Tidak hanya alamnya yang menakjubkan, tetapi juga keberagaman seni budaya yang dilestarikan dengan penuh kearifan lokal. Alat musik tradisional seperti "Sarune" dan "gong genang" memberikan nuansa khas yang dikolaborasikan dengan tarian tradisional dan atraksi kesenian lainnya, menciptakan pengalaman budaya yang memikat bagi para pengunjung.
Kuliner khas daerah Sumbawa, seperti "Sepat Sumbawa" dan berbagai hidangan lezat lainnya, menjadi daya tarik kuliner yang tidak boleh dilewatkan. Caffe Betta Sapurang menjadi tempat yang tepat untuk menikmati ragam kuliner khas sambil menikmati suasana desa yang hangat.
Selain itu, keberhasilan dalam mengelola sampah melalui Bank Sampah Boto menjadi contoh nyata kepedulian lingkungan dan kreativitas lokal. Produk-produk kreatif dari pengolahan sampah oleh kelompok ibu PKK dan LKD juga menunjukkan komitmen desa dalam mendukung program pemerintah dan menjaga kebersihan lingkungan.
Tidak ketinggalan, Bendungan Mengkoang menjadi simbol harmoni antara manusia dan alam, serta tulang punggung pertanian lokal. Dengan luas area irigasi yang besar, penduduk desa mendapatkan kehidupan yang berkelanjutan sambil menikmati keindahan alam dan rekreasi memancing.
Perjalanan menuju Desa Wisata Sapitu Lape bukan hanya sekadar fisik, tetapi juga spiritual. Melalui pengalaman yang disajikan, pembaca diajak untuk mengapresiasi keindahan alam yang luar biasa dan memahami pentingnya menjaga ekosistem untuk generasi mendatang.
Dengan kombinasi yang unik antara alam yang masih alami, keberagaman budaya, kuliner khas, kreativitas dalam pengelolaan sampah, dan harmoni manusia dan alam yang terwujud dalam Bendungan Mengkoang, Desa Wisata Sapitu Lape menawarkan pengalaman yang menarik dan berkualitas bagi para pengunjung yang mencari petualangan dan kedamaian.
Kunjungi Desa Wisata Sapitu Lape dari Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III, hanya 30 km atau 40 menit perjalanan. Rasakan keindahan alam, kekayaan seni budaya, kuliner khas, dan kreativitas yang menginspirasi. Jangan lewatkan momen berharga, nikmati pengalaman tak terlupakan. Pengelola juga menyediakan drone/camera udara untuk mengabadikan momen Anda. Bersiaplah untuk menjelajahi keajaiban dan keaslian desa ini!
Belum ada homestay
Akses menuju Desa Wisata Sapitu Lape, khususnya Tiu Pasai, dapat ditempuh dengan cukup mudah melalui jalur darat. Dari pusat Kabupaten Sumbawa Besar maupun Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharuddin, perjalanan dapat dilanjutkan menuju Kecamatan Lape dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Setibanya di kawasan Lape, tersedia berbagai pilihan akses transportasi yang dapat digunakan oleh pengunjung, antara lain:
Dari titik masuk Desa Lape, perjalanan menuju lokasi Tiu Pasai dapat dilanjutkan sekitar ±15 menit dengan akses jalan yang dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Jalur menuju lokasi juga telah memiliki petunjuk arah melalui beberapa akses utama desa serta jalur usaha tani menuju kawasan Unter Kanangi.
Di area wisata juga telah tersedia area parkir yang dapat menampung kendaraan pengunjung dengan aman dan tertata.
Dengan kondisi tersebut, aksesibilitas menuju Desa Wisata Sapitu Lape cukup mendukung bagi wisatawan lokal maupun luar daerah, baik yang menggunakan transportasi umum, sewa kendaraan, maupun kendaraan pribadi.
Desa Wisata Sapitu Lape saat ini telah memiliki pemandu wisata lokal yang berasal dari masyarakat setempat. Pemandu wisata berperan dalam mendampingi pengunjung selama berada di kawasan wisata, khususnya di Tiu Pasai, serta memberikan informasi terkait daya tarik alam, budaya, dan sejarah yang ada di kawasan desa wisata.
Selain itu, pemandu wisata juga membantu menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung, terutama dalam aktivitas wisata seperti mandi di kolam alami, penggunaan perahu karet, serta kunjungan ke situs sejarah seperti Liang/Goa Domba dan Batu Nisung. Keberadaan pemandu wisata ini menjadi bagian penting dalam pengelolaan wisata berbasis masyarakat.
Di Desa Lape telah terbentuk Koperasi Desa Merah Putih, yang saat ini masih dalam tahap pengembangan, khususnya pada pembangunan gerai sebagai bagian dari penguatan kelembagaan ekonomi desa.
Koperasi ini dirancang untuk menjadi wadah ekonomi masyarakat desa dengan arah pengembangan usaha yang di antaranya meliputi:
Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi salah satu pilar penggerak ekonomi masyarakat Desa Lape secara berkelanjutan, termasuk dalam mendukung pertumbuhan Desa Wisata Sapitu Lape.
Desa Wisata Sapitu Lape terus menunjukkan perkembangan sebagai destinasi wisata berbasis alam, budaya, dan sejarah yang dikelola oleh masyarakat. Dalam proses pengembangannya, desa ini telah memperoleh berbagai bentuk apresiasi dan dukungan pada tingkat desa dan kabupaten, terutama dalam program pengembangan desa wisata.
Selain itu, Desa Wisata Sapitu Lape juga menjadi salah satu destinasi yang mendapat perhatian dalam pengembangan sektor pariwisata daerah Kabupaten Sumbawa, khususnya karena potensi alam Tiu Pasai, kekayaan budaya, serta nilai sejarah yang melekat dalam kehidupan masyarakat.
Desa Wisata Sapitu Lape aktif berpartisipasi sekaligus menjadi bagian dari penyelenggaraan berbagai kegiatan seni, budaya, dan pengembangan potensi masyarakat, antara lain:
1. Penyelenggaraan “Tiu Pasai Got Talent 2026”, meliputi lomba karaoke, vokal solo anak-anak dan dewasa sebagai upaya menggali dan mengembangkan potensi seni masyarakat.
2. Keterlibatan dalam event budaya “Lape Junjung Budaya Desa Lape” dalam rangka pelestarian adat dan budaya lokal.
3. Partisipasi dan dukungan dalam kegiatan HUT RI ke-80 Tahun 2025, sebagai wujud kebersamaan masyarakat dalam memeriahkan hari kemerdekaan melalui kegiatan seni dan budaya.
4. Dukungan serta dokumentasi kegiatan Karaci Sakral Adat Bala Dea Busing Lape Tahun 2025, sebagai bagian dari pelestarian tradisi dan nilai budaya lokal.
5. Keterlibatan dalam berbagai festival budaya dan kegiatan promosi pariwisata tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten.
Desa Wisata Sapitu Lape mulai dikenal melalui berbagai media dan kanal digital, baik lokal maupun regional, melalui publikasi potensi wisata, khususnya Tiu Pasai.
Beberapa bentuk eksposur dan kolaborasi yang telah dilakukan antara lain:
1. Liputan Sumbawa Tahun 2024 yang mengangkat destinasi wisata Tiu Pasai, sebagai salah satu potensi wisata unggulan
2. Publikasi melalui akun media sosial resmi Desa Wisata Sapitu Lape di Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube, sebagai sarana promosi digital
3. Upaya pengembangan Podcast Desa Wisata Sapitu Lape, sebagai media promosi potensi desa, baik SDM maupun SDA
4. Kolaborasi dengan content creator dan influencer dalam rangka promosi wisata daerah
5. Dipublikasikan melalui akun YouTube OVOY, berupa video peserta Festival Youtuber Desa Tahun 2025 yang menampilkan potensi Desa Wisata Sapitu Lape
Desa Wisata Sapitu Lape terus mengembangkan jejaring kerja sama dan kemitraan dalam rangka penguatan kapasitas dan pengembangan destinasi, antara lain: