Mesjid Islah adalah mesjid bersejarah yang merupakan salah satu mesjid tertua di Sumatera Barat. Mesjid ini diperkirakan dibangun pada abad ke-13 atau pada awal masuk dan berkembangnya agama Islam di dataran tinggi Sumatera Barat. Hal ini terlihat dari keunikan arsitektur mesjid yang otentik. Mesjid ini tidak memiliki atap kubah sebagaimana mesjid pada umumnya, Atap mesjid Islah berbentuk trapesium bertingkat 4.
Mesjid Islah memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Nagari Tuo Pariangan. Mesjid ini dikelilingi oleh bangunan-bangunan surau tua yang dahulunya merupakan tempat tinggal dan tempat belajar bagi anak laki-laki Minangkabau yang sudah akil baligh. Tidak hanya itu, keberadaan sumber mata air panas alamnya menjadi daya tarik tersendiri. Beberapa pemandian komunal didirikan oleh masing-masing suku atau kaum. Sehingga tidaklah heran jika setiap pagi dan sore hingga malam hari, mesjid ini tidak pernah sepi.
Keunikan lainnya dari mesjid ini adalah keberadan situs prasasti Pariangan yang diperkirakan berasal dari abad ke-13. Meski tulisan di permukaan prasasti sudah sangat pudar, namun para ahli berhasil menemukan sedikit petunjuk dimana prasasti ini diukir dengan tulisan kawi dan terdapat angka tahun 1 dan 2.